Selasa, 10 Mei 2016

Asaku

Benderang berbunyi pengusir sepi
Alunan lagu mengiringi hati
Semua menari menguntai pagi
Yang semakin hari semakin tiada bertepi

Merajut asa disetiap langkah kakiku berlari
Daun berguguran menyambut untaian keheningan hati
Berdiri tegar langkahku mengukir hari
Sementara kalbuku hanya terus merintih sepi

Genggaman itu sangat hangat menyentuh sanubari
Merangkul setiap butiran keindahan yang selalu menari
Tercabik hatiku membeku hingga membelenggu
Hanya kegelapan yang selalu menghiasi langkah kakiku

Akankah cahayaku menghiasi kalbu?
Sementara kalbuku semakin rapuh
Terbentur pembatas yang semakin jauh
Dimana akupun tak tahu sejauh mana aku telah terjatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar